Pemecahan Menanggulangi Rendahnya Mutu Pendidikan

Pemecahan Menanggulangi Rendahnya Mutu Pendidikan

Pembelajaran merupakan usaha siuman serta terencana buat mewujudkan atmosfer belajar serta proses pendidikan supaya partisipan didik secara aktif meningkatkan kemampuan dirinya buat mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, karakter, kecerdasan, akhlak mulia, dan keahlian yang dibutuhkan dirinya, warga, bangsa serta negeri.”( Undang- Undang RI No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pembelajaran Nasional BAB I Pasal 1). Serta guru merupakan bertugas buat meningkatkan seluruh kemampuan siswa sebagaimana yang diharapkan biar dipunyai oleh tiap siswa.

Tetapi, pada realitasnya sistem pembelajaran kita saat ini ini sudah“ menjauhkan” guru dari tugas mulia tersebut. Dengan bermacam kebijakan yang masih diberlakukan oleh pemerintah nampak jelas kalau betapa rapuhnya sistem pembelajaran kita. Gimana tidak rapuh? Contohnya UN( Tes Nasional) yang masih terus dilaksanakan bagaikan perlengkapan buat mengukur keberhasilan siswa dalam belajar.

UN sesungguhnya cuma mengabaikan kemampuan serta kepribadian siswa. Sebab guru dituntut berfokus pada nilai, siswa juga diperlakukan tidak ubahnya semacam botol kosong yang cuma butuh diisi tiap harinya. Sementara itu sebetulnya lewat pembelajaran siswa wajib dibimbing biar sanggup jadi manusia yang kreatif, pintar, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.

Makanya tidak mengherankan jika mutu pembelajaran kita jauh tertinggal dengan negeri lain. Sebagaimana informasi dari laporan Programme for International Study Assessment( PISA) pada tahun 2012, ialah Indonesia bagaikan salah satu negeri dengan peringkat terendah dalam pencapaian kualitas pembelajaran. Pemeringkatan tersebut bisa dilihat dari skor yang dicapai pelajar umur 15 tahun dalam keahlian membaca, matematika, serta sains.( TEMPO. CO, 6/ 12/ 2013)

Nah, Pemerintah bagaikan“ Nakhoda” yang memastikan gimana mutu pembelajaran negara ini haruslah serius dalam melaksanakan pembenahan. Jika tidak, Indonesia tidak hendak bisa jadi dapat menanggulangi rendahnya mutu pembelajaran yang terdapat saat ini. Oleh sebab itu, pemecahan awal yang wajib dicoba merupakan menghapus penerapan UN jual meja sekolah .

Pemecahan yang Terabaikan

Sehabis sebagian tahun ikut serta di dunia pembelajaran, bagi aku, guru tutorial konseling merupakan salah satu pemecahan yang dapat menanggulangi rendahnya mutu pembelajaran kita. Dengan catatan tanpa bermaksud mengabaikan kedudukan guru yang bertugas di bidang yang lain.

Berartinya guru tutorial konseling sesungguhnya sudah lama digagas oleh pemerintah. Semenjak tahun 1960- an guru tutorial serta konseling mulai tumbuh di Indonesia. Setelah itu pada tahun 1965, tutorial serta konseling juga masuk ke dalam kurikulum sekolah dengan dicantumkannya statment kalau pelayanan tutorial serta konseling ialah layanan yang tidak terpisahkan dari totalitas sistem pembelajaran di sekolah.

Berikutnya, pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No: 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 dinyatakan kalau guru tutorial serta konseling ataupun konselor merupakan guru pemegang sertifikat pendidik. Dengan demikian, guru tutorial konseling merupakan pendidik yang sudah menemukan pengakuan serta tidak butuh diragukan lagi keprofesionalannya dalam mendidik.

Sebab seperti itu, guru tutorial serta konseling saat ini ini tidak dapat lagi diabaikan pemerintah, apabila Indonesia mau menggapai kualitas pembelajaran yang lebih bermutu. Ataupun dengan kata lain, guru tutorial konseling merupakan salah satu pemecahan utama buat tingkatkan mutu pembelajaran kita.

Alibi awal disebabkan tugas guru tutorial konseling dalam dunia pembelajaran merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam menolong pertumbuhan pengetahuan serta kepribadian partisipan didik. Sebagaimana dalam bukunya Kumalasari, serta kawan- kawan( 2011: 14), yang bertajuk“ Teori serta Metode Konseling”, Gladding( 1992) berkata kalau“ Tutorial berfokus menolong orang membuat opsi hidup yang berarti, serta konseling berfokus buat menolong orang buat berganti.” Jadi, dari komentar Glandding tersebut jelas kalau kedudukan guru tutorial serta konseling sangat dibutuhkan di tiap sekolah dalam menolong siswa buat menggali serta menuntaskan kasus yang dirasakan oleh tiap siswa.

Alibi kedua, sebab kompleksnya kasus yang dialami oleh siswa di jaman saat ini ini, hingga guru bidang riset serta ruangan kelas tidak dapat lagi jadi pemecahan atas kasus yang dirasakan para siswa. Sekalipun lewat kurikulum 2013 dengan mengintegrasikan ranah kognitif serta afektif siswa, semacam yang diupayakan pemerintah saat ini ini. Terdapatnya keterbatasan keahlian serta waktu guru dalam menuntaskan kasus anak jadi aspek utama yang menimbulkan sulitnya menuntaskan kasus yang dialami oleh para siswa.

Bersumber pada kedua alibi tersebut, jelas kalau guru tutorial konseling sangat diperlukan di tiap sekolah dikala ini. Lewat keahlian guru tutorial konseling buat menggali serta membagikan penyelesaian atas tiap kasus yang dialami oleh siswa, hingga secara lama- lama kumauan siswa dalam belajar juga hendak bertambah. Misalnya saja dalam menanggulangi kasus anak yang malas belajar sebab kecanduan Permainan online. Guru tutorial konseling dapat berupaya membimbing serta menasehati siswa yang bermasalah. Tidak hanya itu, dapat pula orang tua siswa dilibatkan dalam menuntaskan kasus yang dirasakan siswa tersebut. Walhasil siswa juga jadi terperhatikan.

Semacam keluh kesah yang dirasakan oleh salah satu orang tua siswa pada bertepatan pada 26 Mei 2014. Ia menceritakan sembari mengeluhkan tentang anaknya yang senantiasa berangkat ke warung internet( warnet) kepada aku.

Katanya:“ Aku heran serta bimbang memandang anak aku sang X, ia senantiasa saja bermain permainan online. Mulai pagi sampe sore, ia bermain permainan online saja sepanjang libur ini. Apalagi ingin hingga kurang ingat makan. Malas belajar. Tidak ingin lagi mendengar nasehat aku. Tolonglah nasehati ia Pak.” Aku juga menanggapi dengan penuh atensi.“ Baiklah Bunda, nanti aku panggil serta berupaya menasehati ia.” Kebetulan anak tersebut merupakan siswa aku pula.

Pastinya masih banyak lagi orang tua yang lagi mengeluhkan anak- anaknya yang senantiasa suka bermain permainan online. Ataupun bisa jadi sebagian orang tua yang lain lagi mengalami anaknya yang lagi nakal- nakalnya. Misalnya malas sekolah, merokok, suka berkelahi, pergaulan leluasa, serta lain sebagainya.

Dengan demikian, telah saatnya di tiap lembaga pembelajaran resmi semacam sekolah, wajib terdapat guru tutorial konseling bagaikan pendidik yang mamiliki keahlian spesial buat membimbing siswa. Itu juga, jumlah guru tutorial konselingnya wajib disesuaikan dengan jumlah siswa. Tujuannya biar tiap kasus yang dirasakan siswa dapat dituntaskan dengan baik. Sehingga tiap siswa berbenah jadi manusia yang pintar, kreatif, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia.

Terwujudnya manusia yang demikian itu merupakan modal utama buat tingkatkan mutu pembelajaran kita. Merupakan guru tutorial konseling yang sanggup melaksanakan perihal yang demikian. Oleh sebab seperti itu pemerintah wajib mempersiapkan generasi emas di waktu mendatang lewat kenaikan jumlah serta keprofesionalan guru tutorial konseling di tiap sekolah yang terdapat di segala daerah Indonesia. Mudah- mudahan..!

Leave a Reply