Tradisi Makan Bersama yang Terdapat di Indonesia

Tradisi Makan Bersama yang Terdapat di Indonesia

Budaya Indonesia memanglah tidak terdapat habisnya buat dibahas. Tiap wilayah mempunyai kekayaan budaya yang luar biasa, tercantum kerutinan makan bersama. Ya, terdapat bermacam sebutan dalam tradisi makan bersama di sebagian wilayah di Indonesia. Ayo, amati sepenuhnya!

1. Ngeliwet

Liwet ialah tipe nasi yang banyak ditemui di wilayah Sunda ataupun Solo. Nasi liwet ialah nasi yang terbuat tidak cuma dengan bonus air, tetapi pula dicampur dengan bermacam bumbu serta bumbu sampai rasanya jadi gurih. Nasi liwet di warga Sunda disajikan dengan lalapan, sambal, serta bermacam tipe sajian ikan, semacam ikan asin jambal roti, ikan peda, serta ikan kembung. Sebaliknya di Solo, sahabat nasi liwet berbentuk sayur jipang( labu siam), telur pindang, ayam suwir, serta areh.

Sebutan ngeliwet juga tidak dapat dipisahkan dari warga Sunda. Ngeliwet ialah tradisi makan bersama dengan menu nasi liwet beserta lauknya. Yang buatnya unik merupakan, hidangan tersebut disajikan langsung di atas daun pisang serta dimakan memakai tangan. Nikmat, kan!

Tradisi makan ngeliwet tidak cuma terkenal di golongan warga Jawa Sunda, tetapi pula telah menyebar ke bermacam tempat. Apalagi, sebagian restoran modern juga terdapat pula yang mempersiapkan menu ngeliwet, lho pesan snack box !

2. Bajamba

Bila kalian berkunjung ke Tanah Minang, cobalah buat menjajaki makan bersama di situ yang diucap bajamba( barapak). Tradisi ini diperkirakan telah terdapat semenjak agama Islam masuk ke Minang, dekat abad ke- 7. Sampai saat ini makan bajamba masih kerap dicoba dikala upacara adat, hari raya Islam ataupun pertemuan yang lain.

Umumnya tradisi makan bersama ini dicoba di sesuatu ruangan besar dengan banyak piring berisi lauk di atas tikar. Piring dapat ditumpuk semacam yang kerap kalian amati di rumah makan Padang.

Nah, dikala makan bajamba, posisi duduk pula dicermati, lho. Wanita duduk bersimpuh sebaliknya pria duduk bersila. Tradisi makan ini juga memiliki arti yang dalam. Tidak memandang kelas sosial, seluruh golongan bisa duduk berdampingan sembari menikmati santapan bersama.

3. Megibung

Di Bali, tradisi makan bersama yang diucap megibung pula tidak membedakan kasta, tipe kelamin, serta strata sosial. Tradisi ini diyakini diawali oleh Raja Karangasem dekat tahun 1692. Usai peperangan, raja mengajak prajuritnya buat bersantai membentuk bundaran sembari makan bersama. Raja juga turut di dalamnya.

Sampai saat ini, tradisi megibung masih bertahan. Tidak cuma dalam kegiatan adat, megibung pula sering dicoba dikala selamatan, tahun baru, sampai rapat desa. Megibung diawali dengan masak bersama, sehabis itu umumnya nasi diletakkan dalam wadah yang terpisah dengan lauk serta sayurnya.

4. Bancakan

Bagi KBBI, bancakan berarti hidangan yang disediakan dalam selamatan ataupun kenduri. Dapat pula dimaksud selamatan untuk kanak- kanak yang memperingati ulang tahun ataupun hari lahir diiringi pembagian santapan ataupun kue. Nah, misalnya bila kalian menemukan undangan selamatan dari orang sebelah, seperti itu bancakan. Kalian dapat menikmati makan bersama hidangan yang disajikan tuan rumah serta umumnya hendak menemukan santapan buat dibawa kembali.

5. Babarit

Dalam memeriahkan hari jadinya, Kabupaten Kuningan di Jawa Barat memiliki tradisi unik, ialah babarit. Sehabis prosesi adat, umumnya hendak terdapat tumpeng besar yang diperebutkan oleh masyarakat buat dimakan. Tradisi ini acapkali berujung pada nasi yang percuma terbuang ataupun terdapat masyarakat yang terluka.

Nah, sebab seperti itu tradisi babarit kesimpulannya berubah metodenya jadi pembagian nasi pincuk buat masyarakat Kuningan. Tumpeng senantiasa terdapat bila nasi pincuk yang dibagikan kurang. Masyarakat Kuningan bersemangat banget, lho, melaksanakan tradisi makan bersama ini!

Leave a Reply