Traveling ke Bromo Tanpa Tur, Seru dan Menantang

Traveling ke Bromo Tanpa Tur, Seru dan Menantang

Akhir ini gunung Bromo semakin ramai dikunjungi traveler. Baik turis lokal maupun asing yang sedang menjelajahi Pulau Jawa.

Selama ini sebagian besar turis lokal memilih ke Bromo dengan ikut tur jeep. Tapi ternyata ada juga cara mandiri yang tak kalah seru dan menantang.

Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi paket wisata bromo favorit di Jawa Timur. Meski bukan gunung tertinggi di rangkaian pegunungan Semeru, namun Bromo yang paling terkenal terutama berkat keindahan kawahnya dan adanya lautan pasir.

Seringkali wisatawan menggunakan jasa tur jeep untuk menuju Bromo. Tapi bagaimana bila ingin ke Bromo tanpa tur? Cara mandirilah jawabannya.

Bromo berada di empat kabupaten, yaitu Pasuruan, Lumajang, Malang dan Probolinggo. Salah satu kota terdekat adalah Probolinggo yang bisa dicapai dengan naik kereta api. Dari Stasiun Probolinggo, naiklah angkot atau ojek menuju terminal bus Bayuangga yang menjadi tempat parkir shuttle bus yang akan ke Bromo.

Shuttle bus yang biasanya parkir di depan terminal bus baru akan berangkat setelah kuota 15 penumpang terpenuhi. Harga tiketnya adalah Rp35.000,00 per orang. Namun bila ingin segera berangkat tapi jumlah penumpang kurang dari 15 orang, maka biasanya sopir menaikkan harga menjadi Rp55.000,00 atau Rp60.000,00 per orang.

Perjalanan ke Bromo sendiri memakan waktu 1,5 jam. Karena pendakian rata-rata dimulai pada jam 3 malam, sebaiknya naik bus ke Bromo pada sore hari. Malam hari bisa dihabiskan dengan jalan – jalan di kota lereng Bromo atau santai di penginapan atau villa.

Sebagian besar turis memulai pendakian pada jam 3 pagi agar memperoleh spot bagus saat sunrise. Meski bisa naik ojek, angkot atau jeep, jalan kaki juga bisa dicoba karena lebih sehat. Setelah mendaki 1 jam maka akan tiba di viewpoint 1 atau 2. Untuk masuk ke area taman nasional Bromo Tengger Semeru sendiri perlu membayar tiket Rp60.000,00.

Lautan pasir yang selama ini menjadi simbol Bromo bisa dicapai dengan jalan kaki selama 30 menit dari pintu gerbang. Atau naik ojek bila ingin sampai di kawah dengan lebih cepat. Kawahnya sendiri bisa dicapai dengan naik ratusan tangga.

Memang cukup melelahkan namun perjuangannya setimpal dengan melihat keindahan kawah Bromo yang tersohor itu.

Jangan lupa untuk membawa kantong sampah saat naik ke kawah ya, karena di atas sana sudah banyak turis tidak bertanggung jawab yang suka membuang sampah di sekitar kawah.

Leave a Reply